Home Tips & Trick Rumah Beginilah Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah

Beginilah Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah

Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah – Tanah memiliki beragam sifat yang berbeda, dalam dunia teknik sipil hal ini disebut sebagai daya dukung tanah atau tegangan izin tanah. Hal ini menjadi hal yang penting dalam menentukan dan Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah.

Untuk mengetahui daya dukung tanah harus melalui uji laboratorium tanah dan pekerjaaan ini disebut sondir. Dari hasil penelitian laboratorium tanah atau sondir ini akan diketahui kedalaman tanah keras dan tegangan izin tanah yang dinyatakan dengan satuan kg/cm2.

Hasil uji tersebut menentukan tipe pondasi yang akan digunakan untuk bangunan rumah yang akan dibangun. Semakin besar hasil tegangan izin tanah (antara 0,75 – 1 kg/cm2) maka akan semakin hemat pondasinya.

Jadi, penentuan tanah yang bagus atau tidak bagus secara fisik dapat dilihat dari warna atau kegunaan tanah tersebut.

Kebanyakan pemilik rumah tidak mengetahui faktor ini. Bahkan ada pemborong atau kontraktor yang juga tidak tahu mengenai hal ini. Biaya untuk pekerjaan ini berkisar 3-5 juta rupiah. Biaya ini tidak mahal bila memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan untuk sebuah bangunan rumah.

Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah
Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah

Di lapangan terdapat beberapa jenis tanah yang dapat digunakan untuk pembangunan rumah. Masing-masingnya perlu diketahui agar tidak terjadi kesalahan dalam menerapkan pemilihan pondasi. Adapun jenis tanah dimaksud sebagai berikut:

Tanah Kebun atau Tanah Merah

Tanah ini disebut tanah merah karena warnanya memang merah. Jenis tanah ini biasa digunakan untuk perkebunan. Kandungan airnya sedikit sehingga tanaman yang ditana disini harus disiram setiap hari. Bila tidak disiram, biasanya tanaman akan layu.

Umumnya tanah ini terdapat di daerah Bogor, Jakarta Selatan, Wilayah Pasar Minggu, Pondok Indah, Ragunan atau daerah pegunungan. Tegangan izin tanah merah rata-rata mendekati 1 kg/cm2. Pondasi yang bisa digunakan adalah batu kali atau pelat lajur beton.

Tanah Bekas Sawah

Umumnya tanah bekas sawah berwarna kehitaman. Pada tanah ini tidak baik untuk diterapkan pondasi sederhana. Paling tidak, jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi sumuran atau pondasi mini tiang pancang.

Hal ini dilakukan karena di musim kemarau, tanah ini menjadi keras dan retak-retak akibat hilangnya air.  Sementara itu di musim hujan, tanah tidak berubah menjadi lumpur. Bila di tanah ini dibangun rumah akan ada resikonya yaitu rumah akan mengalami retak parah.

Kondisi tanah sawah seperti ini sebaliknya diperbaiki dahulu sebelum dibangun rumah diatasnya, yaitu dengan memasang curucuk sebelum pondasi dipasang. Curucuk dari bambu berukuran diameter 6-8 cm dengan pola jarak pemasangannya 25 cm x 25 cm di sepanjang bagian bawah pondasi.

Curucuk bambu ini dapat diganti dengan kayu dolken agar lebih kuat dengan jarak pemasangannya 30 cm x 30 cm. Kedalamannya harus sampai pada bagian tanah keras atau semaksimal sampainya.

Tanah Dekat Danau atau Setu

Bila tidak ada pilihan lain, maka tanah yang berada di lokasi dekat danau atau setu masih bisa didirikan sebuah rumah, tetapi dengan beberapa catatan agar tidak kecewa di kemudian hari. Karena pada umumnya tanah di tepi danau ini bersifat lunak karena mengandung air yang meresap kedalam pori-pori tanah.

Seberapa jauh resapan air danau tersebut kedalam tanah sangat sulit untuk diterka dengan kasat mata. Oleh karena itu, untuk mengetahuinya harus dilakukan sondir terlebih dahulu. Hasilnya nanti akan dapat diketahui berapa jauh rembesan airnya dan berapa meter kedalaman tanah keras berada.

Bila sondir tidak dilakukan, dikhawatirkan pada beberapa tahun kemudian sebagian bangunan akan amblas kedalam tanah. Mengeluarkan sedikit biaya untuk sondir dengan tujuan keamanan tentunya akan sangat menguntungkan dibandingkan dengan berspekulasi melakukan pembangunan rumah tanpa sondir. Hasil dari sondir tersebut akan diketahui piljhan pondasi yang tepat untuk bangunannya.

Tanah Bekas Timbunan Sampah

Tanah jenis ini kurang bagus untuk digunakan mendirikan bangunan biasa maupun bangunan bertingkat. Bila lokasi ini tetap dibangun rumah dikhawatirkan rumah akan patah sehingga tidak dapat lagi diperbaiki kecuali dibongkar dan ditata ulang.

Namun bila tidak ada pilihan lokasi lain dan hanya ada lokasi tanah bekas timbunan sampah diperlukan perlakuan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk bangunan rumah. Ada tiga cara untuk mengatasi tanah bekas buangan sampah, yaitu sebagai berikut:

Sampah dikeruk dan dibuang, kemudian diganti dengan tanah uruganPondassi rumah wajib menggunakan pondasi mini tiang pancang atau strauss pile.

Bila sampah tidak dibuang, pondasinya adalah pondasi mini pancang dan pelat lantai dasarnya adalah pelat beton bertulang.

Tanah Bekas Urugan Puing

Tampaknya pada bekas urugan puing paling mudah dilaksanakan pembangunan rumah. Namun, kondisi tanah yang dihasilkan tetap saja tidak memenuhi syarat untuk didirikan bangunan diatasnya.

Terlihat dari luar tanahnya seperti sudah padat, padahal tidak begitu. Masih membutuhkan beberapa tahun agar tanahnya bisa benar-benar dapat dibangun rumah diatasnya.

Hal ini disebabkan pada waktu mengurug, puing-puing terkondisi untuk tidak bisa langsung padat. Sebagian puingnya membentuk rongga-rongga. Bagian rongga inilah yang tidak bisa padat.

Ketika dibangun rumah diatasnya, akan terjadi pergerakan tanah yang berongga tadi karena mulai memadat akibat tekanan beban rumah diatasnya. Repotnya penekanan ini tidak serentak dan tidak langsung padat.

Seiring dengan bertambahnya berat beban rumah maka terjadilah pemadatan secara alami dan berkala hingga akhirnya betul-betul padat. Kepadatan ini mengakibatkan bangunan menjadi rusak karena pondasi turut tertarik  turun.

Dapat dibayangkan hal tersebut pasti akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bangunan diatasnya.

Diatas tanah bekas urugan puing ini dapat dibangun ruag dengan melalui penanganan tanah sebagai berikut ini:

Tanah dibiarkan beberapa tahun. Adanya air hujan dn panas yang berganti menerpa tanah tersebut akan memadatkan rongga-rongga pada puing dibawahnya.

Pondasi yang digunakan adalah pondasi mini tiang pancangLantai dasar memakai pelat beton bertulangBila ingin aman, cepat dan viaya tidak besar maka urugan dipadatkan dengan mesin giling pada setiap lapisan 70 cm hingga padat sempurna.

Proses bangunan yang turun dari muka tanah setelah sekian lama terjadi penurunan pondasi akibat tanah tidak mampu menahan berat bangunan sehingga pondasi mengalami penurunan.

Memang penurunan tanah bisa terjadi akibat membangun rumah di lokasi bekas urugan puing. Jadi sebaiknya dalam Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah hendaknya selalu perhatikan jenis tanah apakah lokasi yang kan kita dirikan bangunan saat ini.

Agung
Seorang Blogger yang suka menulis apapun yang menarik untuk ditulis, salah satunya tentang desain rumah. Home Sweet Home.. Rumah ku Istana ku.

ARTIKEL POPULER

Beginilah Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah

Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah – Tanah memiliki beragam sifat yang berbeda, dalam dunia teknik sipil hal ini disebut sebagai daya dukung tanah...

Tips Tepat Merawat Rumah Berbahan Kayu Agar Awet

Tips Tepat Merawat Rumah Berbahan Kayu Agar Awet - Langkah tepat menjaga rumah kayu bisa jadi jalan keluar untuk kita yang mengidamkan mempunyai rumah...

Tips Memilih Meja Minimalis Untuk Ruang Tamu

Tips Memilih Meja Minimalis Untuk Ruang Tamu - Bagi anda yang ingin mempercantik suasana ruang tamu yang berada didalam rumah anda, anda bisa memilih...

Simak Tips Agar Rumah Tetap Nyaman di Musim Hujan

Tips Agar Rumah Tetap Nyaman Di Musim Hujan - Musim hujan adalah anugerah yang harus kita syukuri. Namun, jika kita tidak mempersiapkan segala sesuatunya, ada kerepotan...

ARTIKEL TERBARU

Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah

Beginilah Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah

0
Tips Memilih Lokasi Tanah Untuk Rumah – Tanah memiliki beragam sifat yang berbeda, dalam dunia teknik sipil hal ini disebut sebagai daya dukung tanah...
Tips Tepat Merawat Rumah Berbahan Kayu Agar Awet

Tips Tepat Merawat Rumah Berbahan Kayu Agar Awet

0
Tips Tepat Merawat Rumah Berbahan Kayu Agar Awet - Langkah tepat menjaga rumah kayu bisa jadi jalan keluar untuk kita yang mengidamkan mempunyai rumah...
Tips Memilih Meja Minimalis Untuk Ruang Tamu

Tips Memilih Meja Minimalis Untuk Ruang Tamu

0
Tips Memilih Meja Minimalis Untuk Ruang Tamu - Bagi anda yang ingin mempercantik suasana ruang tamu yang berada didalam rumah anda, anda bisa memilih...
Tips Agar Rumah Tetap Nyaman Di Musim Hujan

Simak Tips Agar Rumah Tetap Nyaman di Musim Hujan

0
Tips Agar Rumah Tetap Nyaman Di Musim Hujan - Musim hujan adalah anugerah yang harus kita syukuri. Namun, jika kita tidak mempersiapkan segala sesuatunya, ada kerepotan...
Cara Memperbaiki Lantai Rumah Turun dan amblas

Cara Perbaiki Lantai Rumah Turun dan Kopong

0
Perbaiki Lantai Rumah Turun dan Kopong – Sering ditemukan kondisi lantai turun atau amblas ke bawah. Penyebabnya bisa dikarekan dasar lantai berupa tanah atau...